Faktor Risiko Kejadian Katarak Di Puskesmas Sukaresik Tasikmalaya Tahun 2022
Keywords:
Penglihatan, Katarak dan faktor resiko katarakAbstract
World Health Organization menunjukan bahwa terdapat lebih dari 7 juta orang menjadi buta setiap tahun, di Indonesia sekitar 47% dari orang yang mengalami kebutaan disebabkan oleh katarak, faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik seperti umur, jenis kelamin, riwayat keluarga sedangkan faktor ekstrinsik seperti penyakit kekurangan nutrisi, diabetes melitus, penggunaan obat, sinar matahari, rokok, alkohol, yang dapat mengganggu kejernihan lensa. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian katarak di Puskesmas Sukaresik Tasikmalaya pada tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitafif deskriptif, dimana metode yang dilakukan dengan pengambilan data rekam medik yang sudah ada dan sudah terjadi sebelumnya populasi penelitian ini sebanyak 53 pasien. Data yang dihasilkan sebanyak 53 orang pasien yang mengalami katarak yaitu dengan berdasarkan usia >46 tahun sebanyak 51 orang (97%), laki- laki sebanyak 27 orang (51%), pasien yang mengalami Hipertensi sebanyak 11 orang (21%) dan pasien katarak yang mengalami Diabetes Melitus sebanyak 7 orang (13%). Usia, jenis kelamin, hipertensi dan diabetes melitus merupakan faktor yang berisiko terhadap katarak. Pada pasien katarak di Puskesmas Sukaresik dilihat dari usiayang merupakan faktor paling banyak yang mengalami katarak dengan frekuensi 53% adalah usia >46 tahun, hal ini disebabkan karena penyakit katarak merupakan penyakit degeneratif yang pasti terjadi pada usia lanjut, penyakit katarak ini disebutdengan penyakit katarak senilis.Downloads
Published
2023-08-19
Issue
Section
Articles


