Skrining dan Pemeriksaan Kelainan Refraksi Pada Usia Sekolah Dasar Di Kota Depok Tahun 2023

Authors

  • Totok Purwanto BTH University Author
  • Tutyah Nurbani Yusup Author
  • Titik Setyowati Author
  • Indarto Author

Keywords:

Penglihatan, Kelainan refraksi

Abstract

Penglihatan adalah salah satu dari panca indera kita yang amat penting. Mata merupakan organ yang dapat menerima informasi secara visual untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Gangguan penglihatan yang ringan sampai berat dapat menyebabkan kebutaan yang menurunkan kualitas hidup seseorang Mata tanpa adanya kelainan refraksi pembiasan sinar mata dan berfungsi normal disebut dengan emetropia. Sedangkan mata yang memiliki kelainan pembiasan sinar oleh kornea, atau adanya perubahan panjang bola mata yang menyebabkan sinar normal tidak dapat terfokus pada makula disebut sebagai ametropiaPenyebab gangguan penglihatan terbanyak di seluruh dunia adalah kelainan refraksi yang tidak terkoreksi, katarak dan glaukoma. Sebesar 18% tidak dapat ditentukan dan 1% adalah gangguan penglihatan sejak masa kanak- kanak. Salah satu gangguan pengelihatan yang sering terjadi ialah kelainan refraksi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelainan refraksi pada usia sekolah di Depok Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pemeriksaan visus. Berdasarkan hasil skrining siswa yang mengalami kelainan refraksi terbanyak terdapat di SDN Baktijaya 4 dari 450 siswa setelah dilakukan skrining di peroleh hasil 179 siswa yang meliputi 67 siswa yang mengalami kelainan refraksi dengan jumlah 26 siswa dengan kategori spheris dan 41 siswa dengan ketgori spheris dan silinder, sedangkan terdapat 112 siswa yang dinyatakan tidak mengalami kelainan refraksi atau mata normal dan juga termasuk siswa yang tidak hadir sedangkan Berdasarkan hasil skrining siswa yang mengalami kelainan refraksi terendah terdapat di SDN Mekarjaya 17 dari 223 siswa setelah dilakukan skrining di peroleh hasil 24 siswa yang meliputi 11 siswa yang mengalami kelainan refraksi dengan jumlah 26 siswa dengan kategori spheris dan 13 siswa dengan kategori spheris dan silinder, sedangkan terdapat 2 siswa yang dinyatakan tidak mengalami kelainan refraksi atau mata normal dan juga termasuk siswa yang tidak hadir.

Downloads

Published

2023-08-19