Angka Kejadian Kelainan Refraksi Pada Usia Sekolah di Kota Bogor

Authors

  • Evi Rafi'atus Saani Author
  • Doni Nivari Author
  • Tjitjih Rokasih Author
  • Hendra Kusumah Author
  • Herry Mulya Baehaky Author

Keywords:

Kelainan refraksi, Pemeriksaan visus, usia sekolah

Abstract

Mata mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan. Mata memiliki fungsi untuk melihat dan menerima informasi secara visual sehingga sering disebut sebagai jendela kehidupan. Banyak jenis penyakit yang dapat mengurangi performa dari fungsi mata salah satunya adalah kelainan refraksi. Menurut data vision 2020, program kerjasama antara International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) dan World Health Organization (WHO), menyatakann kemungkinan 153 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan visus yang disebabkan oleh kelainan refraksi mata tidak dikoreksi, 153 juta orang tersebut sedikitnya 13 juta diantaranya merupakan anak dengan usia 5- 15 tahun yang merupakan prevalensi tertinggi yang terjadi di Asia Tenggara WHO, pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  angka kelainan refraksi pada usia sekolah di kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pemeriksaan visus. Berdasarkan distribusi kelainan refraksi pada penelitian ini Siswa-siswi SDN Kebon Pedes 1 dan Yatim Village yang paling banyak memiliki kelainan refraksi dengan kategori miopia sedangkan Siswa-siswi SDN Tanah Sareal 4 dan SDN Kebon pedes 5 meunjukan siswa paling banyak memiliki kelainan refraksi dengan kategori astigmatisme dan untuk SDN Bantar Jati 1 menunjukan keseimbangan antara siswa/I yang memiliki miopia dan astigmatisme. Berdasarkan distribusi derajat kelainan refraksi yang paling banyak mengalami derajat dengan kategori ringan.

Downloads

Published

2024-04-25