Skrining Kelainan Refraksi Pada Siswa SDN Ciawi 01 Kabupaten Bogor
Keywords:
Kelainan Refraksi, SkriningAbstract
Kelainan refraksi yang sering terjadi adalah miopia atau lebih dikenal dengan rabun jauh. Miopia merupakan kelainan refraksi dengan bayangan sinar dari suatu objek yang jauh difokuskan di depan retina pada mata yang tidak berakomodasi, yang terjadi akibat ketidaksesuaian antara kekuatan optik (optical power) dengan panjang sumbu bola mata . Kelainan refraksi yang tidak dikoreksi adalah penyebab gangguan penglihatan pada anak-anak yang mengenai 12,8 juta anak-anak usia 5 – 15 tahun di seluruh dunia. Selain itu, ametropia yang tinggi dinilai berhubungan erat dengan strabismus dan/atau ambliopia yang masing-masing ditemukan pada lebih dari 2% anak prasekolah. Pada penelitian Sitompul R, et al. di Sumba menemukan prevalensi kelainan refraksi sebesar 11.3%.(2) Sedangkan Halim A, et al. menemukan kelainan refraksi sebesar 15.9% di Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelainan refraksi pada usia sekolah dasar di SDN Ciawi 01 Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pemeriksaan visus. Berdasarkan distribusi jenis kelamin pada penelitian ini di SDN Ciawi 01 perempuan yang paling banyak yang mendominasi dan berdasarkan distribusi kelainan refraksi pada penelitian di SDN Ciawi 01 ini kategori miopia yang paling banyak


