Angka Kejadian Kelainan Refraksi Pada Usia Sekolah di Kabupaten Bekasi
Keywords:
Kelainan Refraksi, Pemeriksaan visus, usia sekolahAbstract
Mata mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan. Mata memiliki fungsi untuk melihat dan menerima informasi secara visual sehingga sering disebut sebagai jendela kehidupan. Banyak jenis penyakit yang dapat mengurangi performa dari fungsi mata salah satunya adalah kelainan refraksi. Menurut data vision 2020, program kerjasama antara International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) dan World Health Organization (WHO), menyatakann kemungkinan 153 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan visus yang disebabkan oleh kelainan refraksi mata tidak dikoreksi, 153 juta orang tersebut sedikitnya 13 juta diantaranya merupakan anak dengan usia 5- 15 tahun yang merupakan prevalensi tertinggi yang terjadi di Asia Tenggara WHO, pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kelainan refraksi pada usia sekolah di kabupaten Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pemeriksaan visus. Berdasarkan distribusi kelainan refraksi pada penelitian ini Siswa-siswi SDN Mekarsari 01 Tambun Selatan dengan SDN 1 Atap Tambelang, Dan Pondok Pesantren yasfi tambelang yang paling banyak memiliki kelainan refraksi dengan kategori miopia sedangkan Siswa-siswi SDN Mekarsari 02 Tambun Selatan dan SDN Sukarahayu 02 Tambelang meunjukan siswa paling banyak memiliki kelainan refraksi dengan kategori astigmatisme. Berdasarkan distribusi derajat kelainan refraksi pada penelitian ini yang paling banyak berkategori ringan. Berdasarkan distribusi derajat kelainan refraksi yang paling banyak mengalami derajat dengan kategori ringan.


