Skrining Kelainan Refraksi Mata Pada Usia Dewasa Di Garut Jawa Barat

Authors

  • Hotman P. Simanjuntak Author
  • Ilham Yudiawan Author
  • Deden Taufiq Author
  • Farid Nugraha Author

Keywords:

Asigmatisme, Miopia, Presbiopia, Refraksi mata

Abstract

Skrining gangguan penglihatan (visus) dimaksudkan untuk mencegah kejadian gangguan ketajaman penglihatan yang lebih serius pada populasi risiko tinggi. Pemeriksaan tajam penglihatan dilakukan dengan kartu Snellen (Snellen Chart/ E Chart) yang berisikan berbagai ukuran huruf atau angka. Ketersediaan data dari hasil skrining ini sangat penting untuk mendukung program penanganan kebutaan dan gangguan penglihatan dapat dirancang berdasarkan pada permasalahan yang muncul di masyarakat sehingga dapat dilakukan perencanaan program yang efektif dan efisien. Responden dalam penelitian ini berjumlah 162 responden. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan skrining gangguan refraksi mata, seluruh responden mengalami gangguan refraksi mata yang masuk ke dalam 3 jenis yang berbeda, kelainan refraksi mata jenis miopia sebesar 47 kasus dengan proporsi 29,01%, kelainan refraksi mata jenis Miopia Astigmatismeme dengan jumlah kasus 53 atau 32,72%, dan kelainan refraksi mata jenis presbiopia dengan total kasus 62 atau 38,27%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa gangguan refraksi mata yang di alami oleh responden paling tinggi pada jenis presbiopia.

Downloads

Published

2023-08-19